Kamis, April 15, 2021

Siapakah Manusia yang Paling Bahagia? (3)

 


Jangan jadikan dunia ini menjadi tujuanmu. Jangan jadikan uang berlimpah, rumah megah atau kendaraan mewah sebagai niatan kerja kerasmu. Tapi niatkan untuk Allah semata saja. 

Apakah orang kaya raya bisa hidup bahagia selamanya? Mereka ingin menikmati dunia ini, makan paling enak, fasilitas paling mewah. Tapi rasa makanan itu hanya sampai kerongkongan, setelah itu ya sama saja dengan makanan yang murah. Keluarnya pun sama saja. Semua kenikmatan di dunia ini hanya sekejap saja.

 
Nikmat pandai pun suatu saat akan dicabut dengan lupa. Kenikmatan yang hakiki bukan dari dunia. Kenikmatan yang hakiki hanya dari Allah saja. Termasuk keluarga kita ini adalah dari dunia, kalau kita tidak ajak keluarga kita untuk menuju Allah, maka bisa menjadi fitnah. 

Semua sumber masalah adalah dari sini, ketidakbahagiaan di dunia ini. Dan kenikmatan yang dirasakan oleh qolbu kita, jika dari dunia ini hanya sekejap saja dirasakan. 

Jika di surga, kenikmatan itu akan selalu bertambah, semisal kalau di dunia ini makan buah yang manis kalau kita terus-terusan makan akan bosan kita dan menjadi hambar. Tapi jika di surga, makan satu buah yg manis saja, manisnya akan bertambah dan bertambah terus.

Siapakah manusia yang paling bahagia?

Yakni manusia yang selalu mencari ridho Allah sehingga akan memperoleh kenikmatan untuk berjumpa dengan Allah SWT. Jangan  beramal atau beribadah untuk mencari surga, tapi carilah Allah.

 
Jika kita mencari ridho-Nya, maka Allah akan membusanai kita dengan cahaya ilahiah. Setelah kita mendapatkan cahaya itu, maka jagalah jangan sampai hilang, cahaya itu bisa jadi hidayah. Kita harus berjuang dan berkorban untuk bisa mendapatkan cahaya tersebut dan mempertahankannya, dengan menampik keinginan duniawi.


Jika itu bisa, maka kita bisa mendapatkan kekuatan ruhaniah. Jika ruh kita kuat, maka kita memiliki keberkahan yang luar biasa, dan kepentingan dunia lainnya akan mengikuti. 


Sumber:

Kajian Jamuan Hati

Selasa, April 13, 2021

Rahasia Ramadhan (2)


Suatu kisah di zaman Nabi SAW, ada seorang badui sedang thawaf mengelilingi kabah, lalu si baduy itu membaca,

"Ya Karim ya Karim ya Karim" (yang Maha Pemurah). 

Rasulullah lalu mengikuti membaca, "Ya Karim ya Karim" juga.

Lalu si baduy merasa Rasulullah mengolok-olok dia, dan si baduy dengan sedikit kesal bertanya,

"Siapa Kamu? Kamu nanti kulaporkan kepada bagindaku, kekasihku, Rasulullah SAW".

Lalu Rasulullah mengatakan kepada baduy itu kalau beliau adalah Rasulullah, dan sang baduy mencium Rasulullah baik tangannya maupun kakinya, dan memeluknya.


Lalu  ada suatu dialog antara Rasulullah SAW dengan si baduy ini. 

"Ya Fulan, jika engkau hanya mengetahui zikir ini, bagaimana Allah menghisabmu, apa yang menjadi bekalmu jika nanti dirimu meninggal?"

Lalu si baduy menjawab,

"Seandainya Allah, al Karim menghisabku, maka aku akan menghisab Allah terlebih dahulu, seberapa banyak nikmat Allah, karunia-Nya dari aku hidup sampai mati, berapa banyak daripada dosa-dosa ku?"

Dari ungkapan polos Si Baduy itu ternyata memang benar, bahwa nikmat Allah tidak bisa terhitung banyaknya karena karunia-Nya sangatlah besar, lebih besar daripada dosa-dosa kita. 

***

Mungkin kebanyakan dari kita, akan melakukan sesuatu yang berat-berat di Ramadhan, tidak apa-apa, itu bagus. Tapi kita menekankan seperti baduy tadi, berbaik sangkalah kepada Allah. Karena karunia Allah, nikmat Allah itu sangat besar daripada dosa-dosa kita. Tirulah sang baduy yang berhati lapang tadi. 

Pertama: Bersyukurlah kepada Allah bahwa kita ini sudah bertemu Ramadhan kembali, karena selama setahun ini banyak sekali yang meninggal, ada yang masih sakit dan lain-lain, namun kita ditakdirkan untuk bisa menjalani Ramadhan dengan sehat. Syukuri nikmat Allah Ini saja dulu. Jalani Ramadhan dengan gembira dan ringan. Kita ini hamba Allah yang penuh beban saat ini. 

Lalu yang kedua, fokuslah kepada kualitas daripada kuantitas. Contohnya baduy tadi, Cuma membaca ya Karim ya Karim saja, namun dia bisa menghayati. Mungkin dia tidak hafal Al Qur'an, tapi dia menghayati ucapannya "Ya Karim" tadi, namun kualitasnya sangat tinggi, sehingga sampai-sampai Rasulullah mengikutinya, dan bisa menjawab pertanyaan Rasulullah. Jawaban itu tidak akan muncul jika dia tidak menghayati ucapannya ya Karim. 

Sholatpun seperti itu, tarawih kita yang penting kualitasnya, jangan kuantitasnya. Sehingga bisa meringankan ibadah kita. Di kampung-kampung itu sholatnya memang 20 rakaat, tapi dilakukan dengan ringan dan riang. 

Jangan baca ayat-ayat yang panjang. Kecuali kita berada di pesantren khusus tahfiz Qur'an. Tapi orang-orang awam seperti kita yang besok kerja, maka nanti akan memberatkan. Padahal Allah ingin kita beribadah dengan senang, dengan mudah. Jangan terlalu memberatkan. 

Yang ketiga, puasa itu ibadah pengurangan makan minum, jangan kita tambah jatah makan minum kita.

Apa yang kita kurangi? Yaitu karakter buruk kita. Semisalnya kita mengurangi kegiatan berselancar di dunia maya atau mengurangi melihat sosmed, mengurangi sifat marah kita, mengurangi KEPO dengan urusan orang lain, dll. Kekhusyukan ibadah ditambah, kualitasnya yang ditambah. 

Khusyuk itu adalah perasaan ibadah yang dilakukan dengan senang hati, yang nyaman. Kalau semisal ibadah kita malah membuat kita tidak nyaman dan merasa berat, maka kita tidak khusyuk itu namanya. Seperti baduy tadi, dia melakukannya dengan keriangan, dan akhirnya membuat dia menjadi khusyuk dan dia dijamin surga oleh Allah.

Sudahkah Anda khusyuk dalam melakukan ibadah Ramadhan ini?

Silakan jawab dalam hati masing-masing karena Anda yang bisa rasakan dan tahu jawabannya.

***

Sumber: 

Kajian Jamuan Hati, 11 April 2021. Oleh DHBW

Hal yang Mungkin Belum Anda Ketahui Tentang Ramadhan (1)


Tujuan orang yang beriman untuk berpuasa Ramadhan itu adalah menjadi orang yang bertaqwa.

Bagaimana definisi taqwa? 

Kalau secara harfiah artinya takut. Atau muroqobah terhadap Allah, menyadari dan memiliki perasaan kalau Allah selalu mengawasi gerak-gerik kita sehingga kita bisa memperbaiki tindakan kita baik fisik maupun ruhani. 

Definisi taqwa secara istilah artinya menjalankan perintah Allah, dan menjauhi larangannya. Sebetulnya itu adalah buah karena perasaan bahwa merasa diawasi oleh Allah SWT. 

Allah bisa marah, atau murka, tetapi dalam hadits qudsi, “Rahmat-Ku meliputi  segala sesuatu".

Ingat ya, bukan marah-Nya, tapi kasih sayang-Nya yang meliputi segalanya.

Dan hadits qudsi kedua adalah “Rahmat-Ku mendahului amarah-Ku”.   

Amarah Allah selalu ditunda, dan Allah selalu mendahului kasih sayang-Nya. 

Oleh karena itu jika kita ingin memulai sesuatu kita membaca atas nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Dalam Al Qur'an adanya surat ar Rahman, bukan al Jabbar atau al Qohar.  

Saat ini kita selalu mendengar kalau Allah itu murka, sehingga kita menjadi takut kepada Allah, sehingga menjalankan perintah Allah itu karena rasa takut, boleh-boleh saja, tapi itu membuat beragama akhirnya tidak nikmat dan tidak mengangkat manifestasi kasih sayang Allah. 

Seharusnya kita merasakan kasih sayang Allah yang begitu besar kepada kita. Kalau kita sadar dekatnya cinta Allah, dekatnya kasih sayang Allah, maka kita tidak akan pernah marah, tidak pernah mengeluh jika ada keadaan yang sedang tidak enak.

Ketika sayidina Aisyah ra melihat Rasulullah SAW sholat malam sampai bengkak kakinya, Sayidina Aisyah ra bertanya,

"Kenapa ya Rasulullah, bukannya Allah telah menjaminmu masuk surga?"

Lalu dijawab oleh Rasulullah,

"Tidak bolehkah aku bersyukur atas nikmat Allah?"

Coba renungkan jawaban beliau SAW bukan karena takut, tapi karena bersyukur.

Cobaan Allah itu untuk menaikkan level keimanan kita dan menghapus dosa kita, sehingga cobaan itu sebenarnya nikmat Allah. Jika kita merasa takut akan Allah, atau mengeluh keadaan kita, seakan-akan kita mengkufuri nikmat Allah. Kita harus bersyukur dan lapang dada terhadap orang lain dan diri kita sendiri. 


Sumber: 

Kajian Jamuan Hati, 11 April 2021 oleh: DHBW

Kamis, April 08, 2021

Cocok untuk Sahur, Menu Sup Ayam Sederhana Tanpa Tumis


Sebentar lagi, umat Islam seluruh dunia akan menyambut datangnya bulan suci Ramadhan yang penuh kemuliaan.

Apakah Anda lagi cari menu praktis sahur yang sehat, cepat, dan mudah cara membuatnya? Coba intip resep sup sederhana berikut ini!

Resep Sup Ayam Sederhana Tanpa Tumis

Bahan:

  • 2 siung bawang putih, dicincang
  • 100 gram dada ayam, potong kecil
  • 2 buah wortel, cuci bersih dan potong kecil
  • 100 gram makaroni bentuk spiral
  • 5 butir telur (Saya pakai telur omega 3)
  • 1,5 liter air
  • 1/2 sendok teh lada bubuk
  • 1 sendok teh garam (sesuai selera)
Cara membuatnya:
  • Rebus air 1,5 liter hingga mendidih. Setelah itu masukkan cincangan bawang putih, potongan ayam, makaroni, dan wortel. Tunggu sampai mendidih.
  • Kemudian masukkan lada bubuk.
  • Lalu ceplokkan telur dan biarkan sampai telur setengah matang.
  • Aduk sebentar sekitar 30 detik, lalu matikan api.
  • Selanjutnya masukkan garam dan cicipi, apakah rasanya sudah pas?
  • Jika sudah ok rasanya, menu sup ayam sederhana ini bisa segera dinikmati sebagai menu sahur bersama keluarga tercinta.

Minggu, April 04, 2021

Yuk Bikin Ramadhanmu Jadi Menyenangkan dan Penuh Kenangan!

MayFiLa saat masih imut
(Mayra 8 tahun, Fitri 6 tahun, Labibah 4 tahun)

Syukur alhamdulillah beberapa hari lagi kita akan memasuki bulan Ramadhan yang mulia.

Anda sekeluarga sudah siap menyambut Ramadhan yang penuh berkah?

Berikut ini ada beberapa dokumentasi kegiatan MayFiLa (Mayra, Fitri, Labibah) selama bulan Ramadhan yang menyenangkan dan penuh kenangan. Semoga bermanfaat dan menginspirasi semuanya ya.


1. Menjelang Ramadhan MayFiLa akan bantu Mama Ida membersihkan rumah dan berkreasi untuk menghias dinding rumah agar dalam rumah terasa suasana Ramadhan.



2. Untuk belajar membaca dan menulis Al-Qur'an seringnya bersama Papa Dedy. Tapi setiap hari karena Papa Dedy tarawih di masjid Pulai Perdana, Johor Bahru - Malaysia, jadi untuk mengulang hafalan surah pendek, biasanya Mama Ida dan MayFiLa gantian  jadi imam sholat tarawih di rumah. Bahkan Si Bungsu juga dapat giliran loh.



3. Kegiatan Ramadhan di sekolah juga nggak kalah serunya. Mulai dari sholat duha berjamaah, baca Al matsurah bersama, kegiatan Al Qur'an hour (mengaji Al Qur'an satu jam setiap hari), sampai kegiatan buka puasa bersama ada juga loh.







4. Cooking class adalah kegiatan seru yang selalu ditunggu dan jadi aktivitas menyenangkan di sore hari. Biasanya MayFiLa akan request menu favoritnya, seperti roti cane, siomay, dan martabak. Wow yummi!






Demikianlah sedikit pengalaman MayFiLa saat Ramadhan di negeri jiran.

Semoga ada manfaatnya ya. 

Yuk semangat menyambut bulan Ramadhan yang mulia!

Jumat, April 02, 2021

Webinar Menyambut Ramadhan untuk Anak-anak Indonesia

 


Syukur alhamdulillah. Hari ini diberikan kesempatan sharing tentang satu tulisan di buku "Ceria Ramahan di 5 Benua", tentang sedikit pengalaman MayFiLa melakukan aktivitas Ramadhan di negeri jiran.


Alhamdulillah acara berjalan dengan lancar dengan diikuti sekitar 70 anak dari berbagai daerah di Indonesia.

Terima kasih bangeeeet buat Mbak Henny di Depok yang telah menghubungi Mama Ida. Serta tidak lupa juga ucapan terima kasih banyak buat semua panitia yang sudah berjuang dan bekerja keras untuk menyelenggarakan acara ini.

Semoga bermanfaat buat semuanya ya🤲😍




Bikin Martabak Mini, Yuk!

 


Resep Martabak Mini

Bahan:

  • 2 buah tahu (sekitar 200 gram)
  • 1 butir telur
  • 1/2 sendok bawang putih bubuk
  • 1/4 sendok bubuk merica merk ladaku
  • Garam secukupnya
  • 1 sendok tepung 


Cara membuat adonan isinya:

- Masukkan tahu dalam mangkok, lalu cuci bersih.

- Hancurkan tahu, lalu masukkan bawang putih, ladaku, dan garam. 

- Aduk rata, lalu tambahkan tepung dan diaduk rata lagi.

- Selanjutnya masukkan telur dan diaduk rata.

- Isi sudah siap digunakan.


Cara membuat martabak mini:

- Ambil selembar kulit lumpia, lalu letakkan 1 sendok kecil adonan isi. 

- Kemudian dilipat seperti amplop dan siap digoreng.

- Selanjutnya panaskan minyak, goreng dengan api kecil dan dibolak-balik agar matang semua bagian.

- Jika sudah berwarna kuning keemasan, diangkat dan siap dinikmati saat masih hangat.