Tampilkan postingan dengan label Ramadan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ramadan. Tampilkan semua postingan

Selasa, April 20, 2021

Yuk Lakukan 5 Kali Sehari Semalam!

 


Anda sering melantunkan zikir ini?


Zikir Allohumma Antassalam merupakan zikir yang bersumber dari Baginda Nabi Muhammad SAW. Dalilnya bisa kita lihat dalam beberapa hadits, termasuk hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim,


حَدَّثَنَا دَاوُدُ بْنُ رُشَيْدٍ، حَدَّثَنَا الْوَلِيدُ، عَنِ الْأَوْزَاعِيِّ، عَنْ أَبِي عَمَّارٍ، اسْمُهُ شَدَّادُ بْنُ عَبْدِ اللهِ، عَنْ أَبِي أَسْمَاءَ، عَنْ ثَوْبَانَ، قَالَ: كَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، إِذَا انْصَرَفَ مِنْ صَلَاتِهِ اسْتَغْفَرَ ثَلَاثًا وَقَالَ: «اللهُمَّ أَنْتَ السَّلَامُ وَمِنْكَ السَّلَامُ، تَبَارَكْتَ ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ» قَالَ الْوَلِيدُ: فَقُلْتُ لِلْأَوْزَاعِيِّ: ” كَيْفَ الْاسْتِغْفَارُ؟ قَالَ: تَقُولُ: أَسْتَغْفِرُ اللهَ، أَسْتَغْفِرُ اللهَ “

Artinya, "Rasulullah setelah selesai dari sholatnya beliau membaca istighfar 3x, lalu mengucapkan allahumma antassalam wa minkassalam tabarakta dzal jalali wal ikram." (HR Muslim).

Setelah mengetahui ini, jangan lupa membaca zikir ini setiap selesai sholat fardhu 5 waktu ya.

Kamis, April 15, 2021

Siapakah Manusia yang Paling Bahagia? (3)

 


Jangan jadikan dunia ini menjadi tujuanmu. Jangan jadikan uang berlimpah, rumah megah atau kendaraan mewah sebagai niatan kerja kerasmu. Tapi niatkan untuk Allah semata saja. 

Apakah orang kaya raya bisa hidup bahagia selamanya? Mereka ingin menikmati dunia ini, makan paling enak, fasilitas paling mewah. Tapi rasa makanan itu hanya sampai kerongkongan, setelah itu ya sama saja dengan makanan yang murah. Keluarnya pun sama saja. Semua kenikmatan di dunia ini hanya sekejap saja.

 
Nikmat pandai pun suatu saat akan dicabut dengan lupa. Kenikmatan yang hakiki bukan dari dunia. Kenikmatan yang hakiki hanya dari Allah saja. Termasuk keluarga kita ini adalah dari dunia, kalau kita tidak ajak keluarga kita untuk menuju Allah, maka bisa menjadi fitnah. 

Semua sumber masalah adalah dari sini, ketidakbahagiaan di dunia ini. Dan kenikmatan yang dirasakan oleh qolbu kita, jika dari dunia ini hanya sekejap saja dirasakan. 

Jika di surga, kenikmatan itu akan selalu bertambah, semisal kalau di dunia ini makan buah yang manis kalau kita terus-terusan makan akan bosan kita dan menjadi hambar. Tapi jika di surga, makan satu buah yg manis saja, manisnya akan bertambah dan bertambah terus.

Siapakah manusia yang paling bahagia?

Yakni manusia yang selalu mencari ridho Allah sehingga akan memperoleh kenikmatan untuk berjumpa dengan Allah SWT. Jangan  beramal atau beribadah untuk mencari surga, tapi carilah Allah.

 
Jika kita mencari ridho-Nya, maka Allah akan membusanai kita dengan cahaya ilahiah. Setelah kita mendapatkan cahaya itu, maka jagalah jangan sampai hilang, cahaya itu bisa jadi hidayah. Kita harus berjuang dan berkorban untuk bisa mendapatkan cahaya tersebut dan mempertahankannya, dengan menampik keinginan duniawi.


Jika itu bisa, maka kita bisa mendapatkan kekuatan ruhaniah. Jika ruh kita kuat, maka kita memiliki keberkahan yang luar biasa, dan kepentingan dunia lainnya akan mengikuti. 


Sumber:

Kajian Jamuan Hati

Selasa, April 13, 2021

Rahasia Ramadhan (2)


Suatu kisah di zaman Nabi SAW, ada seorang badui sedang thawaf mengelilingi kabah, lalu si baduy itu membaca,

"Ya Karim ya Karim ya Karim" (yang Maha Pemurah). 

Rasulullah lalu mengikuti membaca, "Ya Karim ya Karim" juga.

Lalu si baduy merasa Rasulullah mengolok-olok dia, dan si baduy dengan sedikit kesal bertanya,

"Siapa Kamu? Kamu nanti kulaporkan kepada bagindaku, kekasihku, Rasulullah SAW".

Lalu Rasulullah mengatakan kepada baduy itu kalau beliau adalah Rasulullah, dan sang baduy mencium Rasulullah baik tangannya maupun kakinya, dan memeluknya.


Lalu  ada suatu dialog antara Rasulullah SAW dengan si baduy ini. 

"Ya Fulan, jika engkau hanya mengetahui zikir ini, bagaimana Allah menghisabmu, apa yang menjadi bekalmu jika nanti dirimu meninggal?"

Lalu si baduy menjawab,

"Seandainya Allah, al Karim menghisabku, maka aku akan menghisab Allah terlebih dahulu, seberapa banyak nikmat Allah, karunia-Nya dari aku hidup sampai mati, berapa banyak daripada dosa-dosa ku?"

Dari ungkapan polos Si Baduy itu ternyata memang benar, bahwa nikmat Allah tidak bisa terhitung banyaknya karena karunia-Nya sangatlah besar, lebih besar daripada dosa-dosa kita. 

***

Mungkin kebanyakan dari kita, akan melakukan sesuatu yang berat-berat di Ramadhan, tidak apa-apa, itu bagus. Tapi kita menekankan seperti baduy tadi, berbaik sangkalah kepada Allah. Karena karunia Allah, nikmat Allah itu sangat besar daripada dosa-dosa kita. Tirulah sang baduy yang berhati lapang tadi. 

Pertama: Bersyukurlah kepada Allah bahwa kita ini sudah bertemu Ramadhan kembali, karena selama setahun ini banyak sekali yang meninggal, ada yang masih sakit dan lain-lain, namun kita ditakdirkan untuk bisa menjalani Ramadhan dengan sehat. Syukuri nikmat Allah Ini saja dulu. Jalani Ramadhan dengan gembira dan ringan. Kita ini hamba Allah yang penuh beban saat ini. 

Lalu yang kedua, fokuslah kepada kualitas daripada kuantitas. Contohnya baduy tadi, Cuma membaca ya Karim ya Karim saja, namun dia bisa menghayati. Mungkin dia tidak hafal Al Qur'an, tapi dia menghayati ucapannya "Ya Karim" tadi, namun kualitasnya sangat tinggi, sehingga sampai-sampai Rasulullah mengikutinya, dan bisa menjawab pertanyaan Rasulullah. Jawaban itu tidak akan muncul jika dia tidak menghayati ucapannya ya Karim. 

Sholatpun seperti itu, tarawih kita yang penting kualitasnya, jangan kuantitasnya. Sehingga bisa meringankan ibadah kita. Di kampung-kampung itu sholatnya memang 20 rakaat, tapi dilakukan dengan ringan dan riang. 

Jangan baca ayat-ayat yang panjang. Kecuali kita berada di pesantren khusus tahfiz Qur'an. Tapi orang-orang awam seperti kita yang besok kerja, maka nanti akan memberatkan. Padahal Allah ingin kita beribadah dengan senang, dengan mudah. Jangan terlalu memberatkan. 

Yang ketiga, puasa itu ibadah pengurangan makan minum, jangan kita tambah jatah makan minum kita.

Apa yang kita kurangi? Yaitu karakter buruk kita. Semisalnya kita mengurangi kegiatan berselancar di dunia maya atau mengurangi melihat sosmed, mengurangi sifat marah kita, mengurangi KEPO dengan urusan orang lain, dll. Kekhusyukan ibadah ditambah, kualitasnya yang ditambah. 

Khusyuk itu adalah perasaan ibadah yang dilakukan dengan senang hati, yang nyaman. Kalau semisal ibadah kita malah membuat kita tidak nyaman dan merasa berat, maka kita tidak khusyuk itu namanya. Seperti baduy tadi, dia melakukannya dengan keriangan, dan akhirnya membuat dia menjadi khusyuk dan dia dijamin surga oleh Allah.

Sudahkah Anda khusyuk dalam melakukan ibadah Ramadhan ini?

Silakan jawab dalam hati masing-masing karena Anda yang bisa rasakan dan tahu jawabannya.

***

Sumber: 

Kajian Jamuan Hati, 11 April 2021. Oleh DHBW

Hal yang Mungkin Belum Anda Ketahui Tentang Ramadhan (1)


Tujuan orang yang beriman untuk berpuasa Ramadhan itu adalah menjadi orang yang bertaqwa.

Bagaimana definisi taqwa? 

Kalau secara harfiah artinya takut. Atau muroqobah terhadap Allah, menyadari dan memiliki perasaan kalau Allah selalu mengawasi gerak-gerik kita sehingga kita bisa memperbaiki tindakan kita baik fisik maupun ruhani. 

Definisi taqwa secara istilah artinya menjalankan perintah Allah, dan menjauhi larangannya. Sebetulnya itu adalah buah karena perasaan bahwa merasa diawasi oleh Allah SWT. 

Allah bisa marah, atau murka, tetapi dalam hadits qudsi, “Rahmat-Ku meliputi  segala sesuatu".

Ingat ya, bukan marah-Nya, tapi kasih sayang-Nya yang meliputi segalanya.

Dan hadits qudsi kedua adalah “Rahmat-Ku mendahului amarah-Ku”.   

Amarah Allah selalu ditunda, dan Allah selalu mendahului kasih sayang-Nya. 

Oleh karena itu jika kita ingin memulai sesuatu kita membaca atas nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Dalam Al Qur'an adanya surat ar Rahman, bukan al Jabbar atau al Qohar.  

Saat ini kita selalu mendengar kalau Allah itu murka, sehingga kita menjadi takut kepada Allah, sehingga menjalankan perintah Allah itu karena rasa takut, boleh-boleh saja, tapi itu membuat beragama akhirnya tidak nikmat dan tidak mengangkat manifestasi kasih sayang Allah. 

Seharusnya kita merasakan kasih sayang Allah yang begitu besar kepada kita. Kalau kita sadar dekatnya cinta Allah, dekatnya kasih sayang Allah, maka kita tidak akan pernah marah, tidak pernah mengeluh jika ada keadaan yang sedang tidak enak.

Ketika sayidina Aisyah ra melihat Rasulullah SAW sholat malam sampai bengkak kakinya, Sayidina Aisyah ra bertanya,

"Kenapa ya Rasulullah, bukannya Allah telah menjaminmu masuk surga?"

Lalu dijawab oleh Rasulullah,

"Tidak bolehkah aku bersyukur atas nikmat Allah?"

Coba renungkan jawaban beliau SAW bukan karena takut, tapi karena bersyukur.

Cobaan Allah itu untuk menaikkan level keimanan kita dan menghapus dosa kita, sehingga cobaan itu sebenarnya nikmat Allah. Jika kita merasa takut akan Allah, atau mengeluh keadaan kita, seakan-akan kita mengkufuri nikmat Allah. Kita harus bersyukur dan lapang dada terhadap orang lain dan diri kita sendiri. 


Sumber: 

Kajian Jamuan Hati, 11 April 2021 oleh: DHBW

Minggu, April 04, 2021

Yuk Bikin Ramadhanmu Jadi Menyenangkan dan Penuh Kenangan!

MayFiLa saat masih imut
(Mayra 8 tahun, Fitri 6 tahun, Labibah 4 tahun)

Syukur alhamdulillah beberapa hari lagi kita akan memasuki bulan Ramadhan yang mulia.

Anda sekeluarga sudah siap menyambut Ramadhan yang penuh berkah?

Berikut ini ada beberapa dokumentasi kegiatan MayFiLa (Mayra, Fitri, Labibah) selama bulan Ramadhan yang menyenangkan dan penuh kenangan. Semoga bermanfaat dan menginspirasi semuanya ya.


1. Menjelang Ramadhan MayFiLa akan bantu Mama Ida membersihkan rumah dan berkreasi untuk menghias dinding rumah agar dalam rumah terasa suasana Ramadhan.



2. Untuk belajar membaca dan menulis Al-Qur'an seringnya bersama Papa Dedy. Tapi setiap hari karena Papa Dedy tarawih di masjid Pulai Perdana, Johor Bahru - Malaysia, jadi untuk mengulang hafalan surah pendek, biasanya Mama Ida dan MayFiLa gantian  jadi imam sholat tarawih di rumah. Bahkan Si Bungsu juga dapat giliran loh.



3. Kegiatan Ramadhan di sekolah juga nggak kalah serunya. Mulai dari sholat duha berjamaah, baca Al matsurah bersama, kegiatan Al Qur'an hour (mengaji Al Qur'an satu jam setiap hari), sampai kegiatan buka puasa bersama ada juga loh.







4. Cooking class adalah kegiatan seru yang selalu ditunggu dan jadi aktivitas menyenangkan di sore hari. Biasanya MayFiLa akan request menu favoritnya, seperti roti cane, siomay, dan martabak. Wow yummi!






Demikianlah sedikit pengalaman MayFiLa saat Ramadhan di negeri jiran.

Semoga ada manfaatnya ya. 

Yuk semangat menyambut bulan Ramadhan yang mulia!

Sabtu, Mei 09, 2020

Bikin Ngiler! 8 Menu Buka Puasa yang Lezat dan Menggugah Selera

 Bulan Ramadhan terkenal dengan sajian makanan yang enak. Anda juga punya makanan favorit di bulan Ramadhan? Yuk coba intip deretan menu Ramadhan yang lezat dan menggugah selera, antara lain:

1. Kolak

Menu ini bisa menjadi menu favorit yang sering kita santap saat buka puasa di bulan Ramadhan. Kolak biasa isinya terdiri dari ubi, pisang, labu, kolang-kaling dan tambahan bahan lainnya sesuai selera Anda, seperti foto yang dimuat situs idntimes.com (retrieved, 09/05/2020).

Sumber ilustrasi: idntimes.com

2. Bubur candil

Bubur dengan bentuk bla-bola kecil yang lembut dan enak ini memang bikin ketagihan. Bahannya bisa dari labu, ketan, ubi, dan lain sebagainya. Nikmat banget untuk buka puasa, seperti foto yang dimuat situs akurat.co (retrieved, 09/05/2020).

Sumber ilustrasi: akurat.co

3. Kelapa muda

Wow ini menu buka puasa yang sehat dan menyegarkan. Minum kelapa muda saat berbuka puasa membuat tubuh terasa lebih bertenaga, seperti foto yang dimuat situs dream.co.id (retrieved, 09/05/2020).

Sumber ilustrasi: dream.co.id

4. Siomay Bandung

Siomay Bandung disukai banyak orang. Wah tentu saja jadi menu favorit untuk buka puasa nih karena jelas lezat dan menggugah selera, seperti foto yang dimuat situs dailycookingquest.com (retrieved, 09/05/2020).

Sumber ilustrasi: dailycookingquest.com

5. Mie goreng

Menu ini sudah akrab di masyarakat Indonesia. Rasanya yang gurih dan enak, bisa menambah keceriaan saat buka puasa.

Sumber ilustrasi: dapurkobe.com

6. Mie ayam

Mau menu buka puasa bukan nasi tapi yang bikin kenyang? Menu mie ayam bis ajadi pilihan. Biasanya semangkok mie ayam disajikan dengan krupuk pangsit goreng atau pangsit rebus sebagai tambahan di atas sajian mie ayam.

Sumber ilustrasi: kulinersehat.com

7. Sate

Sate bisa jadi sajian istimewa untuk buka puasa. Berbagai variasi sate juga bisa dipilih sesuai yang Anda inginkan. Ada sate ayam, sate daging sapi atau sate kambing. Menu ini biasanya disajikan dengan lontong atau ketupat atau nasi putih.

Sumber ilustrasi: nusadualondon.com

8. Jajanan tradisional

Camilan enak buat buka puasa dalah jajanan pasar. Jajanan tradisional banyak macamnya, Anda bisa pilih sesuai kesukaan tamu Anda. Ada pilihan kue manis seperti putu ayu, bikang, kue lumpur dan lain sebagainya. Sedangkan kue asin seperti kroket, risoles, lemper, pastel, arem-arem, dan lain sebagainya.

Sumber ilustrasi: food.detik.com

Itulah 8 menu buka puasa yang menggugah selera. Manakah yang menjadi favorit Anda?


Senin, Mei 04, 2020

Mulut Bau dan Bibir Kering karena Puasa? Cegah dengan 5 Tips Mudah Ini!

 

Sumber ilustrasi: netz.id

Apakah area sekitar mulut Anda sering mengalami gangguan ketika menjalankan ibadah puasa?

Dilansir doktersehat.com (retrieved, 05/05/2019), kondisi tidak makan dan minum apapun selama berjam-jam bisa menyebabkan kondisi yang disebut halitosis. Gejalanya antara lain bibir pecah-pecah hingga adanya bau tidak sedap dari mulut.

Sumber ilustrasi: halodoc.com

Jika Anda ingin mengatasi bibir kering dan bau mulut agar tidak mengganggu orang lain, yuk coba terapkan beberapa tips berikut ini, seperti yang dilansir situs hellosehat.com (retrieved, 05/05/2019), antara lain:

  1. Cegah bibir kering dan mulut jadi kering dengan banyak minum air ketika sahur dan buka puasa. Semakin kering mulut Anda, semakin tinggi juga kemungkinan munculnya bau mulut.
  2. Anda harus hindari makanan yang aromanya menyengat ketika sahur, misalnya petai, jengkol, atau bawang bombai.
  3. Hindari makanan dan minuman yang mengandung kadar gula tinggi saat sahur dan buka puasa. Bakteri penyebab bau mulut akan berkembang biak kian pesat bila dalam mulut Anda banyak sisa gula.
  4. Sebelum tidur, kumur-kumur dengan air garam. Larutkan satu sendok teh garam dalam segelas air hangat. Kemudian kumur selama tiga puluh detik dan buang, jangan ditelan. Air garam bekerja seperti antiseptik yang akan mengusir bakteri penyebab bau mulut.
  5. Isap dan kunyah potongan jeruk atau lemon saat sahur dan buka puasa. Keduanya mampu meningkatkan produksi air liur sehingga mulut pun tak akan jadi kering dan bau.
Sumber ilustrasi: infobuah.com

Itulah tadi beberapa tips mencegah bau mulut dan bibir kering ketika sedang menjalankan ibadah puasa. Semoga tips ini bermanfaat dan bisa diterapkan dengan mudah. Apakah Anda ingin mencoba?

Sabtu, Juni 29, 2013

Bersiap Menyambut Ramadan

Sebentar lagi akan datang bulan Ramadan. Bulan suci yang didalamnya terdapat banyak keistimewaan. Setiap orang ingin melakukan hal terbaik selama Ramadan. Apakah Anda termasuk yang demikian?


Ramadan yang lalu, mungkin telah banyak amal kebaikan yang Anda lakukan. Sebagai manusia yang tidak ingin merugi, sudah wajar kita mengharapkan amal ibadah kita selalu meningkat pada setiap kedatangan Ramadan. Bukan hanya kuantitas, tetapi juga kualitas. Sebagai salah satu contoh, jika tahun lalu kita telah berhasil khatam Qur’an 1, 2 atau 3 kali dalam bulan Ramadan. Maka, akan lebih meningkat jika Ramadan kali ini juga bisa khatam membaca tafsir atau terjemahannya. Insya Allah.

Segala sesuatu kegiatan yang ingin berhasil dengan baik, tentu memerlukan perencanaan dan persiapan yang baik. Apakah Anda sudah melakukan perencanaan dan persiapan untuk menyambut Ramadan yang akan menjelang? Yuk kita rinci, persiapan apa saja yang bisa kita lakukan.

1. Persiapan Ruh

Kita bisa melakukan persiapan ini dengan melakukan ibadah-ibadah sunah yang seharusnya sudah dilaksanakan sejak beberapa bulan sebelum Ramadan. Misalnya memperbanyak melakukan amalan puasa sunah dan tahajud di bulan Rajab dan Sya’ban. Sehingga ketika Ramadan menjelang, ruh sudah dalam kondisi “siap” dan “haus” untuk melakukan hal terbaik dalam menggapai cinta-Nya.



Persiapan ruh juga bisa berupa mengajukan permohonan maaf kepada suami, orangtua, mertua, anak, atau siapa saja yang kita kenal. Hal ini perlu dilakukan agar ruh atau jiwa kita menjadi tenang ketika memasuki bulan Ramadan.



2. Persiapan Ilmu

Kita dapat belajar, membaca, bertanya kepada sumber yang dapat dipercaya. Lebih baik jika mengikuti acara khusus menyambut Ramadan. Biasanya ada forum atau kajian khusus yang membahas segala hal berkaitan dengan ibadah puasa dalam rangka menyambut Ramadan. Apakah ada acara tersebut di kota Anda? Jika tidak ada, kemajuan teknologi sekarang memungkinkan kita untuk mengikuti acara serupa via online.



Biasanya memang terkesan materi yang disampaikan “basi” dan hanya hal yang sama dengan tahun-tahun sebelumnya. Tetapi janganlah kita merasa telah mengetahui ilmu yang disampaikan tersebut. Jangan bersikap sombong dan sibuk berbicara sendiri ketika materi sedang disampaikan, karena sesungguhnya ketika kita rendah hati, maka akan ada hikmah baru yang kita dapat dari ilmu yang disampaikan tersebut. Jika perlu catatlah hal-hal penting yang Anda dapatkan dari kajian tersebut.



Untuk yang mempunyai anak yang akan mulai dilatih berpuasa, Anda harus punya ilmu tersendiri untuk membimbing buah hati tercinta. Bisa saja bertanya langsung dan berguru dari orang lain yang punya pengalaman melatih anak dalam berpuasa atau bisa membaca buku pengalaman berpuasa dari ibu-ibu yang mendampingi buah hatinya.



3. Persiapan fisik

Persiapan fisik mencakup banyak hal, bukan hanya kondisi tubuh saja. Memang untuk menjaga stamina tubuh, kita harus mengatur pola makan yang sehat, istirahat yang cukup, dan aktivitas fisik (olahraga) yang memadai. Persiapan fisik, juga meliputi:

- Apakah kita sudah membayar utang? Utang dalam artian luas, seperti utang puasa tahun lalu, utang uang atau utang dagang kepada orang lain, utang janji ketemu atau jalan bersama suami, anak, saudara, teman, dan lain sebagainya. Bersegeralah dibayar sebelum Ramadan tiba.

- Apakah kita sudah merencanakan keuangan untuk bulan Ramadan? Mungkin ada yang bertanya, “mengapa perlu merencanakan keuangan?”

Hal ini mungkin menjadi hal yang penting untuk dipertimbangkan dan dipersiapkan, karena biasanya keuangan menjadi “besar pasak dari tiang” ketika bulan Ramadan menjelang. Oleh karena itu, perlu adanya persiapan untuk perencanaan keuangan. Sehingga kita tahu, pos-pos mana saja yang harus ditambah atau dikurangi. Dengan demikan keuangan tetap aman terkendali ^_^



- Persiapan istana yang bersih, sehat, dan indah.

Untuk mewujudkan poin ini, perlu kerjasama yang kompak antara semua anggota keluarga. Ajak suami dan anak-anak untuk membersihkan dan menghias rumah, sehingga ‘istana cinta’ kita akan menjadi sehat dan menyenangkan untuk dihuni selama Ramadan nanti.



Anda juga dapat menyiapkan permainan khusus bagi anak-anak. Permainan yang sarat ilmu dan pendidikan, yang membuat buah hati menjadi ceria selama menjalankan ibadah puasa.



- Persiapan jadwal dan target harian

Bukan bermaksud untuk membatasi kegiatan kita, tetapi lebih difokuskan untuk mendisiplinkan dalam pembagian waktu. Memang kadang jadwal yang dibuat mulai bangun tidur hingga tidur lagi, sering melenceng dari kegiatan nyata. Sebenarnya tidak masalah, yang penting kita punya gambaran hal apa saja yang ingin dilakukan dan target apa saja yang ingin diraih. Semoga Ramadan kali ini, lebih baik dari tahun-tahun yang lalu.



- Persiapan menu dan alokasi waktu.

Persiapan menu, sedapatnya kita lakukan dan memilih masakan lezat yang dapat kita masak secara cepat dan mudah. Tentu saja mempertimbangkan menu sehat yang baik untuk seisi keluarga selama menjalankan ibadah puasa. Selain itu, penghematan waktu memasak dapat kita pakai untuk memperpanjang waktu tahajud, membaca Al-Qur’an, atau membacakan cerita Islami bagi anak-anak.












Pasti masih banyak lagi poin penting yang harus kita lakukan. Yuk saling berbagi inspirasi di sini, apa saja yang Anda lakukan untuk menjadikan Ramadan tahun ini menjadi Ramadan terbaik?