Minggu, Februari 15, 2009

Field Trip ke Tukang Sol

Kemarin MayFila jalan-jalan sore, bersama Ayu, bude Sih dan mama Ida. Tujuannya nggak jauh hanya jalan kaki 200 meter udah nyampe di lokasi. Sengaja nih, Mama ajak MayFiLa ke Tukang sol sepatu dekat masjid depan gang. Tukang Sol ini hanya mangkal di pinggir parit dengan fasilitas hanya sebuah gerobak warna biru yang di tulisi TUKANG SOL. Selain memang MayFiLa belum pernah tau, sepertinya bisa juga sebagai sarana belajar....

Akhirnya jadi deh Tukang Sol sebagai sarana Field Trip MayFiLa kali ini. MayFiLa senang banget bisa tau macam-macam tentang peralatan sol sepatu, seperti benang, palu, besi tempat meletakkan sepatu yang akan di jahit, dll. Apalagi ketika Bapak pemiliknya memperbolehkan untuk memegang dan melihat setiap alat dari dekat....

Lihat wajah MayFiLa senaaaang banget...hihihi...Trus saat Bapak Tukang Sol menjahit sepatu, MayFiLa dengan serius memperhatikan gerakan tangan si Bapak....apalagi si Bapak Tukang Sol juga mau cerita dan menjawab macam-macam pertanyaan MayFiLa seputar pekerjaannya sebagai Tukang Sol. Alhamdulillah, MayFiLa bisa belajar langsung dari profesi sederhana yang ada di sekitar lingkungan rumah.

Sabtu, Februari 14, 2009

Jum'at Berbagi : Banyak Senyum hari ini

Alhamdulillah Jum'at pagi ini walau MayFiLa berangkat dari rumah agak kesiangan tapi tetap berjalan lancar dan tetap ada hikmah yang bisa dipetik. Biasanya klo Jum'at berbagi, MayFiLa sudah berangkat dari rumah antara jam 6 sampai jam 7 pagi. Tapi hari ini jam 8 baru keluar dari gerbang rumah. Selain bersiap diri, ganti baju dan mimik susu dulu, MayFiLa juga sempat nonton kartun The Land Before Time kesayangan mereka...jadi ya mamanya harus sabar donk nunggu sampai MayFiLa benaran ingin berangkat dan nggak kepikiran ninggalain kartun kesayangannya.

Alhasil, karena udah jam 8 berarti kami harus nyari pangkalan becak lain yang rame bapak-bapak becaknya. Alhamdulillah...hari ini kami bisa berbagi dengan bapak-bapak becak yang mangkal di depan Gang 5 dan depan Indomaret Manyar Kartika.

Jaraknya lumayan jauh memang dari rumah, sekitar 300 - 400 meter...walau panas matahari sudah mulai membakar kulit, MayFiLa tetap semangat dan tersenyum dengan bapak-bapak becak yang baru di kenalnya. Setelah itu MayFiLa mampir ke Indomaret, membeli paket sembako. Dan kali ini MayFiLa memilih berkunjung ke rumah Mbah Jamah dan Mbah Mis yang dekat dengan kediaman kami. Oh ya Mbah Jamah ini dulunya seorang penjual Tahu campur dan Rujak Cingur makanan khas Jatim yang terkenal. Tapi sekarang udah nggak jualan lagi karena Mbah Jamah sering sakit-sakitan. MayFiLa serius banget dengar Mbah Jamah cerita tentang penyakit yang dideritanya.

Sedangkan suaminya, Mbah Mis sekarang bekerja sebagai pencari bunga kamboja di kuburan. Biasanya bunga kamboja tersebut dijemur dulu sampai kering, lalu dijual ke pengumpul bunga. Alhamdulillah kedatangan MayFiLa disambut gembira oleh Mbah Jamah dan Mbah Mis....setelah menyerahkan paket sembako, mendengarkan Mbah Jamah bercerita tentang penyakitnya, MayFiLa juga sempat berfoto bersama Mbah Jamah dan Mbah Mis. Alhamdulillah begitu banyak senyum yang MayFila dapatkan hari ini.

Kamis, Februari 12, 2009

Belajar dengan Kepik

Kemarin sore Dek Labibah tanpa sengaja menemukan seekor kepik di dekat pintu kamar. Wah senang banget si Dedek, dengan berani memegang serta membawa kepik dan diletakkan di atas tempat tidur. Nggak hanya itu, dia juga panggil Mbak Mayra dan Mbak Fitri sambil berseru....

"Lihat aku bisa menyelamatkan semut gede"....( belum tau dia klo itu bukan semut....hihihi). Penasaran dengan suara teriakannya, mama juga ikut menghampiri....Oalah...itu kepik nak....Mulai deh MayFiLa bertanya macam-macam tentang kepik...mulai dari bagian tubuh kepik yang terdiri atas badan, kaki, antena sampai nanya kok kepik nggak ada lehernya? kok kepik diam aza klo kita kepung pake jari-jari tangan??

Akhirnya lewat kepik, MayFiLa belajar deh tentang anatomi kepik ( tapi masih sangat umum aza...abis mama juga hanya ingat dikit dari semua yang pernah mama pelajari dulu di matakuliah Hama Tanaman ...). Termasuk fungsi antena pada kepala kepik. Fitri yang lagi semangat belajar berhitung...berkali-kali menghitung jumlah kaki kepik dalam bahasa inggris....Klo Mayra menghitung jumlah kaki dan antena dengan bahasa Belanda....Wah benar-benar belajar dadakan nih...

melalui kepik MayFiLa bisa belajar banyak hari ini mulai sains, math, English dan Dutch.....

Minggu, Februari 08, 2009

Humayra 6 Tahun





Sejak pagi hujan membasahi bumi Surabaya....terus menerus dan sangat lebat hingga siang hari. Semoga pertanda baik untuk limpahan rizki yang banyak serta baarakah dan saat hujan merupakan waktu makbul untuk berdoa. Mendekati jam 10 pagi, Humayra menanti dengan harap-harap cemas kedatangan 5 orang tamunya. Alhamdulillah menjelang jam setengah 11 Miss Aulia datang, disusul Ibu Ainur dan Zahwa serta nggak lama kemudian datang Nadya dan mama Dita.




Setelah mengucapkan doa untuk Mayra, kami makan kue tart bersama. Malam sebelumnya Mayra dan Fitri juga sibuk mewarnai kertas nama yang akan ditempel dibingkisan makanan. Jumlahnya padahal cukup banyak, lebih dari 30 buah tapi Mayra dan Fitri sangat senang melakukannya. Jadi dengan bantuan Mayra dan Fitri yang mewarnai, mama nggak perlu print warna untuk tempelan itu. Alhamdulillah walau hujan tetap turun, kami tetap bisa berbagi bingkisan makanan dengan para tetangga. Semoga Humayra tumbuh menjadi anak yang sholihah, selalu sehat, selalu bahagia, bertambah cerdas dan berbakti pada Papa dan Mamanya. Aamiiiin.



Sabtu, Februari 07, 2009

Jum'at Berbagi : Senyum Mbah Ni




Jum'at pagi ini MayFiLa benaran apa adanya nih.....hehehe...begini maksudnya, habis bangun tidur, setelah pipis, semuanya ke kamar mandi hanya cuci muka aza....benaran nggak mau ganti baju, langsung minta berangkat untuk jum'at berbagi.... jadi ceritanya masih pada pake seragam tidur nih hihihi.... Setelah membagikan nasi bungkus ke bapak-bapak becak di depan pasar dan di depan gang, MayFiLa berkunjung ke rumah Mbah Ni. Oh ya, Mbah Ni tinggal masih dekat dengan rumah, hanya sekitar 50 meter saja ....Mbah Ni ini seorang nenek yang umurnya sekitar 70 tahun....tapi jangan sangka Mbah Ni bakal tua renta dan berdiam diri saja....Mbah Ni adalah seorang penjual kerupuk di pasar, biasanya setiap pagi Mbah Ni akan memikul keranjang kerupuk di bahunya untuk menjualnya di pasar. Mbah Ni tinggal bersama seorang cucu perempuannya, jadi Mbah Ni walau tua masih harus bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.... Kedatangan kami disambut gembira oleh Mbah Ni....dengan bahasa jawa yang kental Mbah Ni berbicara dengan kami. Walau nggak ngerti semuanya, tapi kami tau maksudnya....Mbah Ni sangat bahagia mendapat bingkisan sembako dan uang dari MayFiLa....Mbah Ni pun bersedia berfoto bersama MayFiLa....Alhamdulillah, Lihatlah ada senyum khas yang menghiasi wajah Mbah Ni saat bersama MayFiLa....

Jumat, Februari 06, 2009

Labibah belajar Membaca

Beberapa bulan ini, Mbak Fitri paling senang belajar membaca sambil menggunakan lagu atau nyanyian. Pola belajarnya beda dengan Mbak Mayra dulu yang langsung menggabungkan 2 suku kata, Fitri memulainya dengan mengenal A - Z . Biasanya klo habis ngaji selesai sholat maghrib, Mbak Fitri belajar membaca dengan mama, sedangkan Mbak Mayra membaca buku atau majalah dan Dek Labibah mendengarkan Mbak Mayra membaca...Mbak Fitri belajar baca kadang hanya 15 menit...tapi Alhamdulillah sudah mulai bisa membaca 2 suku kata. Beberapa malam yang lalu, seperti biasa Mbak Fitri lagi belajar baca, tiba-tiba mama melihat Dek Labibah pasang aksi lengkap dengan kaca mata hitam kesayangannya....Wah rupanya juga ikut belajar baca dan yang lebih kaget lagi Labibah bisa hapal huruf A - Z dengan lafalz yang benar....wah...wah...wah...berarti selama ini juga ikut dengerin Mbak Fitri belajar....

Senin, Februari 02, 2009

Petualangan 7 Jam

Minggu ini MayFiLa dan mama pergi ke acara Homeschooling di Sidoarjo. Rencana awal kami akan berangkat bersama Miss Aulia dengan menggunakan Komuter, tapi mendadak jam 7 pagi Miss Aulia sms tidak bisa ikut. Akhirnya kami putuskan tetap akan berangkat, dan dengan menggunakan taksi sekitar 15 menit dengan biaya Rp. 20 ribu, sebelum jam 8 pagi kami sudah tiba di stasiun Gubeng. Setelah beli karcis Rp. 8000 untuk 4 orang, kami menunggu kedatangan kereta di jalur 1. Belum lama menunggu, hp mama berbunyi.....ada sms dari Papa Dedy di Belanda. Papa tanya apakah kami online? karena biasanya pagi begini kami chatting sama Papa. Akhirnya mama telpon sebentar Papa, dan katakan kami sedang di Gubeng lagi nunggu komuter yang akan ke Sidoarjo. Sambil menunggu MayFiLa bernyanyi lagu kereta Api. Alhamdulillah nggak lama kemudian komuter datang, MayFiLa senang dan girang....kami segera naik ke kereta. Di dalam komuter, MayFiLa juga sempat ngantuk...angin sepoi-sepoi sangat membuat mata ingin terpejam...hihihi...sempat tanya macam-macam saat lihat bangunan atau hal aneh sepanjang perjalanan komuter ....saat mulai haus, susu kotak yang dibekal dari rumah segera mereka habiskan. Ketika ada seorang anak kecil yang duduk di seberang kami, memperhatikan MayFiLa memakan bekal, dengan sigap Mayra memberikan beberapa bekal kepada anak tersebut....saat indah untuk berbagi..... Tiba di stasiun Pagerwojo, kami turun, selanjutnya naik becak menuju ke lokasi. Sekitar 20 menit naik becak, dengan biaya Rp. 20 ribu, akhirnya jam 09.50 wib kami tiba di rumah Tante Maria di Pondok Mutiara. Di sana sudah banyak teman-teman yang datang, nggak lama kemudian acara di mulai. Wah senang banget MayFiLa diajak berkreasi dengan cat yang berwarna-warni. Mulai dari memecahkan kulit telur yang diisi cat, mewarnai telapak tangan, sampai mencari gambar yang hilang. Dek Labibah juga nggak kalah akal, cat dalam wadah gelas ditumpahkan ke kertas, trus diratakan pake kuas....setelah itu kedua kakinya menginjak tumpahan cat tersebut, lalu mulai deh Dek Labibah berjalan di atas bagian kertasnya yang masih kosong.

terlihat deh banyak jejak kaki mungil milik Labibah.... Capek berkreasi sambil menunggu karya-karya tadi di jemur, kami istirahat dengan makan kacang rebus dan es jeli ( favorit MayFiLa banget nih...), Fitri dan Labibah sempat ganti baju karena terkena cat, Mayra sempat berkreasi membangun menara dengan balok-balok milik Pandu. saat azan Zuhur, sekitar jam 12 siang, kami pamitan pulang. Pamitan pada semua dulu, trus tidak lupa mengucapkan terima kasih pada keluarga Tante Maria yang sudah sudi mengundang kami untuk berkreasi dengan cat. Menuju stasiun kami pake becak lagi kali ini biayanya Rp. 25 ribu karena agak jauh ke stasiun besar Sidoarjo karena akan banyak pilihan kereta menuju Surabaya. Sampai stasiun baru jam 1 siang, padahal jadwal komuter baru ada 1 jam lagi...

Sambil nunggu kami membeli susu dingin .... sempat diskusi tentang acara yang baru kami ikuti dan bercanda ...hingga tak terasa kereta sudah tiba...kami segera naik. sambil menunggu kereta berangkat, tak sengaja kami mendengar percakapan seorang penjual nasi dengan bocah tanggung....Mau beli nasi 1 bungkus untuk di makan bersama 3 temannya yang lain yang tidak punya uang untuk membeli nasi. Mama hampiri tukang penjual nasi dan membayar 3 nasi bungkus serta minta tolong kepada Pak penjual nasi untuk diberikan ke teman-teman bocah tadi. Subhanallah....respon yang sangat luar biasa....Dari mulut si tukang jual nasi terucap doa tulus, " semoga Gusti Allah membalas kebaikan Mbak"...kemudian 3 orang bocah laki-laki mendatangi kami...mengucapkan terima kasih dalam bahasa jawa yang halus.

... Ini moment penting MayFila belajar langsung, saatnya untuk peduli sesama....kamipun sempat mengabadikan lahapnya mereka menyantap nasi bungkus....selama perjalanan menuju Surabaya, hembusan angin juga membuat mata mengantuk apalagi badan memang sudah amat capek....Labibah tertidur dipangkuan mama...Fitri mulai mengantuk, Mayra dengan senang hati meminta Fitri untuk berbaring dipangkuannya

....so sweet....Ini saat belajar lagi, saatnya menyayangi saudara.....Lihatlah betapa sayangnya Mayra pada Fitri.....Tinggal beberapa stasiun lagi kami akan turun, Ya Allah....Mayra juga tertidur dalam posisi duduk memangku Fitri. Mama sempat bingung juga nih...gimana donk mau turun kereta klo MayFiLa tidur semua??? digendong 3 sekalian sama mama ya nggak kuat donk....Alhamdulillah saat mama coba panggil Mayra, dengan segera Mayra bangun....kemudian membangunkan Fitri, sempat protes juga Fitri saat dibangunkan...mungkin masih ngantuk berat...tapi mendengar kami akan segera turun, Fitri segera membelalakkan matanya melawan rasa kantuk.....Sampai deh di Stasiun Gubeng Surabaya, kami turun....hujan lebat mengguyur bumi Surabaya, masih di lokasi stasiun kami mampir makan siang dulu di restoran yang menyediakan ayam goreng, kentang dan donat....karena lapar, kami segera melahap makanan. Selesai makan, hujan agak reda, kami segera pulang dengan taksi, kali ini biayanya Rp. 25 ribu. Tepat jam 3 siang kami tiba di rumah kembali. Alhamdulillah kami telah melakukan petualangan selama 7 jam hari ini. Pengalaman yang sangat berharga....yang mungkin tidak kami dapatkan jika kami berangkat denga menggunakan taksi. Biasanya jika ke Sidoarjo denga Taksi, dengan biaya yang hampir sama dengan hari ini total sekitar Rp. 200 ribu, mungkin kami tidak bisa belajar banyak seperti hari ini.....Belajar tentang bersabar menunggu kereta, berbagi bekal saat di kereta, belajar betapa sulitnya seorang becak mendapatkan uang karena harus mengayuh becaknya dengan capek berkilo-kilo meter di jalan demi mendapat uang. Peduli kepada orang yang lapar, dan yang paling penting saling menyayangi selama petualangan ini....Alhamdulillah, sungguh 7 jam yang sangat berarti bagi kami.