Selasa, Desember 01, 2015

Sekolah Perempuan Gelombang 10








Testimoni Peserta SP10


Iha Rosihah
Belajar di Sekolah Perempuan 10 jadi paham bahwa menulis yg baik itu tidak se-simple yg biasa sy lakukan tapi juga bukan hal yg tidak mungkin untuk dipelajari & kuasai
Makasih para suhu SP 10


Maryati Imang
Bergabung dengan IIDN sudah lebih dari setahun, namun hanya menjadi pembaca pasif. Baru sebulan lalu tiba-tiba tergerak ikut Sekolah Perempuan10. Diniati banget ikut, dengan reparasi laptop dan beli kartu perdana baru 2 biji! Senin dan Rabu malam jadi spesial karena mantengin laptop bersama Keenan disisi kanan dan kiri. Tetep, muter-muter hihihi. Senyumnya semakin lebar saat mbak Anna Farida atau mbak Artha Julie Nava menyapa "Hallooow Keenan". Menyenangkan berkenalan dengan teman-teman yang dengan kegiatan domestik maupun karir/bisnisnya memiliki dengan passion yang sama, berbagi lewat tulisan.Dan ternyata sudah ada beberapa yang sudah pernah nerbitin buku. Saya?pemula hehe. Efek webinaran jadi mulai rajin nulis lagi,minimal status di FB dan update blog. Calon buku kelar sebelum 2015 berakhir? Semogaaaa.....


Nurmalia Ika
Berproses dengan waktu, sembari saya mengingat waktu SMP yang senang sekali menuliskan segala sesuatu baik jatuh cinta ataupun sedih di diary, pernah karena terlalu banyak saya tuliskan dalam diary saya sampai saya bukukan saya jilid, entah berapa halaman karena tebal. Sejarah awal saya mulai belajar menulis sampai dengan sekarang dengan blog pribadi, banyak puisi-puisi anak remaja, banyak renungan-renungan didalamnya, dan pernah karena bingung memberi hadiah saya menuliskan berlembar-lembar dikertas untuk hadiah seseorang yang istimewa waktu itu, setiap hari 1 lembar dalam 1 tahun pas hari Ulang Tahunnya, yang akhirnya menjadi buku saya jilid sendiri, dan tidak dijual di toko bukun hehe...., kisah tentang persahabatan. Menulis ternyata proses memaknai sejarah hidup saya, mencoba mengaktualisasikan bersama teman-teman di Sekolah Perempuan Gel 10, terimakasih mau berbagi ilmu untuk Ibu Anna Farida dan Ibu Ida Fauziah, dan semua mentor, semoga saya bisa bisa konsisten dan serius ya, mari kita ramaikan dunia ini dengan menorehkan apa yang ada di benak kita sehingga langit bisa melihat kita dan membaca jejak kita dengan menulis......ayo teman-teman kalian 

Nur Islah
Sempat maju mundur cantik ikut Sekolah Perempuan. Di dalam pikiran saya, kenapa harus ikut SP jika hanya ingin belajar menulis. Tidak kurang di dunia maya sana tips-tips menulis yang bisa dipelajari, cukup ketik kata kunci, bertebaranlah tips-tips menulis dari yang pendek, panjang, sampai yang sangat detail. Buku-buku yang membahas cara menulis juga tidak kalah banyaknya. Mulai dari karangan penulis yang sudah top markotop, yang sudah terbukti dengan jumlah karya sampai ribuan, sampai yang ditulis oleh penulis yang masih pemula. 

Memang benar kata orang, jika bergaul dengan penjual parfum, akan terciprat harumnya juga. Bergaul dengan orang-orang yang passionnya menulis di SP, mencipratkan wangi motivasi untuk selalu berkarya seperti mereka, selalu menulis, selalu mengikat ilmu dengan tulisan.
Bukan hanya belajar teknik menulis saja yang saya dapat, tapi yang lebih utama, yang dulu tidak terpikirkan menjadi terpikirkan. Yang hanya pernah dibayangkan, sekarang bisa diusahakan untuk terwujud. Karena SP bukan hanya memberikan ilmu melalui webinar, tapi juga jejaring yang luas, yang akan membantu teman-teman alumni SP untuk saling menyemangati, untuk tetap menulis dan berkarya.



Ibnia Veni
Belajar di Sekolah Perempuan Gel. 10, ruaaar biasaaa ..., kelas online yang penghuni kelasnya sudah tentu perempuan semua ini, kebanyakan memiliki obsesi jadi penulis. Betapa tidak, Sekolah Perempuan adalah wadah bagi perempuan untuk belajar menulis dengan target menyelesaikan satu naskah buku siap terbit. Juga bagaimana gak seru, belajarnya selalu berpacu dengan ngantuk karena jam tayangnya adalah prime time ngantuk-ngantuknya, 20.00 - 22.00 hehehe ..., usaha mengatasinya dengan aktif chatting dengan pengajar atau sesekali dengan sesama siswa di samping melototin materi dan pasang kuping. Belum lagi PR-PRnya yang singamati - plesetan deadline (dead lion) oleh para pengajar selalu Sabtu malam ... (kapan istirahatnya?). Lalu ada kalanya sakit kuping ketika suara pengajar pecah atau kalau suaranya timbul tenggelam, tapi tentu itu tidak seberapa dibandingkan materi kekiniannya di webinar yang ..., membuat mata berbinar-binar ... asyiknya tuh di sini. 


Camelia
Gara-gara mbak Nurmalia Ika Manizz minta PR sama para mentor, saya jadi 'wajib' menuliskan testimoni soal Sekolah Perempuan. Sebenarnya tanpa di suruh pun, saya baru saja mau membagi kisah seru 'nyemplung' di Sekolah ini. Kalau ditanya asyik dan serunya sekolah disini, jawabannya banyak. 

Ketemu teman-teman baru yang ternyata sudah jadi penulis keren dan ketemu mentor-mentor yang sudah punya banyak buku best seller. Di sekolah perempuan, saya gak perlu datang ke kampus kalau kuliah. Cukup buka laptop langsung bisa berinteraksi dengan guru nya pake webinar. Kuliah disini, saya bisa bertemu dan berkomunikasi dengan guru saya Indari Mastuti di bandung, mbak Ida Fauziah di Johor Bahru, Artha Julie Nava di Detroit AS dan cik gu Anna Farida. Mereka semua pribadi yang asyik dan menyenangkan lo. Cantik, suaranya merdu, jago nulis pasti dan gak pelit ilmu. Semua murid langsung dapat mentor. Targetnya, setelah lulus, saya bisa menerbitkan buku. keren kan?. Di jamin, materi diberikan semua tanpa rahasia. Yang jadi rahasia adalah, waktu kuliah kita semua bisa sambil pake daster...heheheheh





Dinii Fitriyah
Agak menyesal kemarin tidak mengikuti webinar terakhir di Sekolah Perempuan. Padahal kemarin materi terakhir. Ditunggu rekamannya masih blm muncul, udah kayak nunggu apa aja. Sungguh merasa kehilangan krn tiap Senin dan Rabu malam itu menjadi hari yang sangat ditunggu2. Dari skian training yang saya ikuti, baru kali ini merasa menyesal telah melewatkan materinya. Kesel sama provider karena sinyal tidak bersahabat.
Sekolah Perempuan, dengan mentor2 luar biasa, meskipun ada yang di Amerika, ada yang di Malaysia, di Indonesia, tp smua berkomitmen untuk melahirkan penulis2 handal. Menjawab smua pertanyaan di kelas dengan sabar dan rinci. 
Di SP bukan hanya sekedar belajar menjadi penulis yang baik, belajar bagaimana menerbitkan buku, tp juga saya jadi tau seberapa mampu saya menjadi penulis. Saya jadi PeDe bahwa tulisan saya juga layak dibaca. 
Dan.. saya menyesal tidak ikut SP dari dulu
J

Poeji Oetaminingsih
Pengalaman baru yang sangat menarik dan menantang. Bukan hanya targetnya yang menantang yaitu menghasilkan 1 buah buku, cara belajarnya pun menantang kuliah online ...Setiap jadual pelajaran berikutnya selalu ditunggu -tunggu materi nya menarik, cara membawakannya juga menarik..bisa belajar bersama anak , padahal bayarnya hanya 1 lho ...ha..ha..ha...dan satu hal lagi yang menarik ..walau jarak jauh kita tertantang untuk disiplin ...disiplin dalam mengikuti pelajaran, disiplin mengerjakan PR...pokoknya seru......3 D untuk Sekolah Perempuan : disiplin, digital, ditantang...ha..ha..ha...

Joy Amarta
Tak kenal maka tak sayang, tak dekat maka tak dapat. Satu kata satu tujuan dan satu makna. Untuk SP sungguh the best. Menjaring, mencipta, membuat, mengelola kita perempuan menjadi mandiri, tahu lebih banyak, berpola maju ke depan. Smart dalam segala pengetahuan. Telusuri, jajaki, dan masuki ruang SP jika ingin menjadi apa yang dinamakan perubahan dalam hidup. Berproses dari tidak tahu menjadi tahu, berproses dari merangkak menjadi berdiri. Berproses dari nol menjadi angka 10. Langkah yang mudah akan tercipta dengan belajar. Stop untuk berkata NO, karena di sinilah kita akan digembleng secara periodik, bertahap menjadi perempuan super. Terasah otak, pengetahuan bertambah, minat membaca menjadi target, bertambah rekan dan sahabat. Bertambah rezeki tentunya. SEKOLAH PEREMPUAN jawaban Anda dalam proses menuju wanita cerdas, cemerlang, bersahabat dan berwawasan modern. Go SP, kembangkan sayapmu hingga mencetak seribu generasi wanita-wanita hebat.

Tidak ada komentar: