Jumat, Februari 27, 2009

Jum'at Berbagi : Senyum Mbah Ti

Jum'at Pagi ini MayFiLa berbagi dengan para penjaja jajanan di depan sekolah yang ada di gang sebelah. Sebelumnya, MayFila berkunjung dulu ke rumah Mbah Ti karena mendengar kabar Mbah Ti lagi sakit. Oh ya, Mbah Ti adalah seorang perempuan tua ( mungkin umurnya hampir 70 tahun ) yang hidup sebatang kara. Sehari-hari Mbah Ti menjadi tukang pijet untuk memenuhi kebutuhan hidup yang semakin bertambah mahal. Sudah beberapa hari ini Mbah Ti sakit, penyakit nyilu di kakinya kembali kambuh. Jadi sudah beberapa hari ini Mbah Ti tidak bisa mencari uang. Kedatangan MayFiLa tentu saja membuat Mbah Ti bahagia. MayFiLa membawa paket sembako dan memberikan bantuan uang agar Mbah Ti bisa berobat ke klinik Gotong Royong yang di dekat rumah. Mbah Ti juga bercerita tentang penyakit kaki yang dideritanya dalam bahasa Jawa yang sangat halus dan terkadang bercampur bahasa Indonesia yang kurang lancar.....hehehe padahal kami hanya ngerti bahasa Indonesianya aza...... Sebelum berpamitan pulang, MayFiLa sempat berfoto bersama Mbah Ti....Lihatlah walau lagi sakit, Mbah Ti masih bisa tersenyum.....Semoga cepat sembuh ya Mbah......

Asisten Mama

Setiap malam klo mau bobok, mama nggak usah repot buat membacakan cerita lagi. Sekarang mama sudah punya asisten khusus untuk membacakan dongeng menjelang tidur. Karena Mbak Mayra sudah lancar membaca dan sudah mulai benar intonasi tanda bacanya, jadi paling senang klo diminta membaca cerita.

Iya nih, sejak beberapa pekan ini Mbak Mayra sudah bersedia dengan senang hati selalu membacakan cerita dari buku kumpulan dongeng menjelang tidur, Barney atau buku kisah-kisah Nabi....Wah ntar siapa lagi ya yang mau jadi asisten mama buat aktivitas yang lain hehehe.

Fitri Belajar Baca

Malam ini Fitri semangat banget belajar baca. Saking semangatnya, nggak terasa udah 10 halaman dibacanya dengan lancar tanpa harus dibantu mama. Memang Fitri gaya belajar bacanya beda dengan Mbak Mayra dulu. Fitri baru mau menunjukkan keinginan untuk serius belajar membaca di usia 4 tahun. Saat usia 3,5 tahun Fitri hanya mau belajar huruf Vokal A, I, U, E, O....diulang-ulang sampai Fitri hapal betul dengan huruf vokal tersebut....dan akibatnya nggak mau pindah ke huruf-huruf yang lain. Ketika memasuki usia 4 tahun, Fitri minta diajari membaca....minta sendiri lho....makanya mama juga kadang heran, Fitri malah senangnya belajar saat-saat bangun tengah malam, sekitar jam 1 atau jam 2 malam. Memperhatikan huruf-huruf A - Z yang terpampang di dinding kamar tidur. serta mengamati dan mencoba menghitung juga angka-angka 1 - 50 yang ada di sampingnya. Kemudian kebiasaan itu berubah, sekarang Fitri lebih suka belajar baca setelah selesai sholat magrib. Fitri memulainya dengan mengenal semua huruf A sampai Z, setelah hapal dan kenal semua huruf baru Fitri mau belajar mengeja per suku kata yang ditulis tangan oleh mama pada kertas quarto. Biasanya sih sehari hanya belajar efektif 10 sampai 15 menit, itu pun biasanya hanya dapat 1 halaman saja. Tapi sejak sepekan yang lalu Fitri mulai mau menggunakan buku Lancar Membaca yang mama belikan untuknya. Malam ini sungguh luaaaaar biasa....Mama senang banget, karena 10 halaman dibaca dengan lancar....Hari ini Fitri sudah bisa membaca sampai suku kata Ma Mi Mu ME MO ... beserta variasi dari suku kata tersebut dengan suku kata lain yang sudah dipelajari. Sudah bisa berhitung 1 - 50 dengan lancar....sudah bisa berhitung 1 - 20 dalam bahasa Inggris. Terus semangat ya Fitri Sayang.....

Selasa, Februari 24, 2009

"...Look at This..."

Kemarin mama dikagetkat oleh Mbak Fitri. Biasanya klo dia buat sesuatu yang baru, akan lapor dan panggil mama untuk melihat dan mengomentari apa yang dihasilkannya. Kali ini beda.....malah sangat beda. Saat mama lagi asyik membuka file-file materi homeschooling yang akan mama cetak, tiba-tiba Mbak fitri datang menghampiri mama. Nggak hanya itu, dari mulutnya juga keluar kalimat yang jelas terdengar...." Mama, Look at this....." Kaget donk mamanya. Tapi kagetnya karena kaget senang, Mbak Fitri sudah mau menggunakan bahasa Inggris dalam mengungkapkan keinginannya.....dan yang tambah membuat mama tambah senang, Fitri menyodorkan beberapa lembar kertas hasil karya tulisannya.

Ada tulisan namanya berkali-kali dibuatnya....ya..hebat .....Fitri sudah bisa menulis namanya sendiri, padahal pekan lalu Fitri masih minta tolong klo mau membuat huruf R yang sulit baginya dan bahkan sudah mencoba menulis nama kakaknya...Humayra.

Terus semangat ya Mbak Fitri.....Besok-besok mama tunggu kejutan-kejutan menyenangkan lainnya dari Mbak Fitri....

Senin, Februari 23, 2009

Mayra, Calon Penulis Cilik

Beberapa hari ini mama senang memperhatikan gaya Mayra klo lagi nulis atau membuat cerita. Wah gayanya itu lho kayaknya seriiiiuuuuuus banget....karena Surabaya panas, Mayra lebih senang milih pake baju singlet aza dan kadang suka gonta ganti posisi....kadang pasang wajah serius mikir...

kadang sampai merem matanya ( lagi cari inspirasi ya????). Kadang pernah juga menyobek lembar buku yang udah ditulis, dianggap tulisannya nggak seru....

dan pernah sambil nulis sambil membuat lukisan rumah dan langsung diwarnai bersamaan saat nulis cerita....hayooo....ternyata bisa ngerjain 2 hal dalam 1 waktu....atau apa lagi stress nih anak mama sampai menyalurkan dengan cara sekalian mewarnai????

Wah klo gitu istirahat dulu deh Sayang....ntar disambung lagi....Duh yang lagi semangat jadi penulis cilik....hehehe....

Forum Keluarga Homeschooling

Kemarin, Mama dan MayFiLa ikut acara Forum Keluarga Homeschooling di rumah Tante Endang di Central Park wiguna, Surabaya. Selain sharing keluarga dan berbagi informasi serta mendiskusikan bahan dan materi untuk kegiatan homeschooling, kegiatan untuk anak juga nggak kalah asyik. MayFila senang banget saat diajak menghias donat oleh Tante Dita. Wah saking semangatnya sampai tepung gula bertaburan di lantai....

selesai donat dihias langsung dimaem deh, uaaaaahh uenaaak .....dan cara nyantap donatnya juga nggak ada duanya deh.....

dilahap sampe habis....takut diminta ya??? hahaha...haha.....

Jumat, Februari 20, 2009

Jum'at Berbagi : Menghibur Duka

Jum'at pagi ini MayFiLa berangkat sambil bernyanyi.....Bangun tidur ku terus, mandi tidak lupa menggosok gigi, habis mandi ku tolong mama membersihkan tempat tidur ku....Lalu naik becak menuju ke depan pasar. Selesai membagikan nasi bungkus kepada bapak-bapak becak yang mangkal di pasar dan di depan gang, MayFiLa tidak langsung pulang. Mampir dulu di mini market Alfamart, beli paket sembako....

Oh ya hari ini kami mau ta'ziah atau mengunjungi rumah orang yang berduka karena ada anggota keluarganya yang meninggal. Kami kemudian meluncur ke rumah keluarga Almarhum Mas Yayan, seorang pemuda kecil berusia 18 tahun yang yang kemarin meninggal akibat kelainan jantung yang sudah diderita sejak bayi. Kedatangan MayFiLa tentu saja mengejutkan Bapak dan Ibu Alm Mas Yayan.... MayFilLa menyerahkan paket sembako dan amplop berisi uang. Mereka mungkin tidak mengenal kami....kami memang sangat jarang bertemu dengan beliau berdua atau bisa dibilang mungkin belum pernah bertemu....Tapi Alm Mas Yayan sangat mengenal MayFiLa....karena sebelumnya alm Mas Yayan pernah jadi karyawan Tante Dida, Tantenya MayFiLa. Jadi sempat beberapa bulan Alm Mas Yayan berteman dan berbicara jika bertemu. Almarhum Mas Yayan juga pernah cerita penyakit jantung yang dibawa sejak lahir memang membatasi geraknya, sedangkan untuk berobat biayanya begitu besar, Ibu dan bapaknya bukanlah orang yang mampu. Ibunya seorang penjual Nasi pecel dan Bapaknya seorang sopir Bemo....Uang yang didapat setiap harinya habis untuk biaya makan dan hidup keluarga yang jumlahnya 5 orang. Oh ya Alm Mas Yayan itu seorang yang baik dan ramah serta suka membantu siapapun, walaupun sebenarnya tubuhnya sangat kecil dan sakit-sakitan. Bapak dan Ibu alm Mas Yayan terhibur melihat kedatangan MayFiLa . Sebelum pulang Mayra dan Fitri sempat berfoto di depan rumah alm Mas Yayan. Semoga Almarhum Mas Yayan diampuni segala kesalahannya dan dibalas segala kebaikannya.....Aamiiin....

Kamis, Februari 19, 2009

Fitri Kena Setrika

MayFiLa lagi penasaran dengan setrika yang ada di atas meja setrika yang letaknya sebenarnya sudah jauh dari jangkauan dan arena permainan meraka. Meja setrika ini berada di lantai dasar ruang belakang yang sebenarnya sudah diamankan dengan adanya pintu yang tidak selalu mama biarkan terbuka. Kemarin itu, ketika mama lagi menemani Dek Labibah berbaring di kamar tidur di lantai atas....Mayra dan Fitri penasaran menyelinap ke dapur, menuju belakang mendekati meja setrika. Saat itu si Bude yang biasannnya bantu cuci dan setrika lagi sibuk menjemur pakaian, jadi kedatangan Mayra dan Fitri tidak dalam pengetahuannya. Rupanya, Fitri mencoba setrika yang baru saja selesai dipakai si Bude, otomatis walau udah dicabut kabelnya tetap aza masih panas. Alhasil, jari tengah sebelah kirinya terkena setrika dan melepuh. Memang lukanya tidak besar....Fitri pun tidak menangis bahkan tidak ngomong ke mama akan kejadian itu. Saat malam mau tidur mama lihat kok ada bekas pasta gigi di jarinya, Fitri baru cerita sambil minta maaf karena nggak mau dengerin mama bahwa main setrika itu bahaya jika masih panas...dan itu sudah mama ingatkan berkali-kali dan mama janji suatu saat jika masanya tiba mama pasti akan ajarkan cara setrika ke mereka. Fitri nangis sambil bilang...Maaf ya Ma...aku nggak akan bandel lagi deh....hehehe...udah minta maaf duluan nih karena sudah merasa bersalah tidak menuruti apa yg mama peringatkan...Yah sudahlah sudah terjadi....Tapi dengan kejadian ini Mayra dan Labibah jadi tau bahayanya main setrika yang masih panas.

Labibah belajar Menulis

Dedek Labibah memang suka nggak mau kalah dengan kakak-kakaknya. Beberapa hari ini Mama selalu dampingi Mbak Mayra yang lagi semangat menulis cerita-cerita khayalan maupun pengalaman yang Mbak Mayra alami. Biasanya klo lagi semangat Mbak Mayra akan bercerita...cerita dan terus cerita.....mama akan duduk disampingnya untuk mendengarkan dan mencatat apa yang Mbak Mayra ceritakan. Setelah itu Mbak Mayra akan sibuk mencatat ulang ceritanya pada buku khusus untuk menulis kumpulan ceritanya. Iya, Mbak Mayra akan mencatat kembali dengan tulisan tangannya sendiri.....jadi belajarnya sebenarnya komplit banget nih....selain belajar berimajinasi dan menyusun kata menjadi bentuk cerita, dilanjutkan dengan belajar membaca kembali ceritanya dan menulis kembali ke buku khususnya....Setelah itu saat menulis pun Mayra akan bertanya apakah benar pemakaian hurupnya atau tanda baca yang ditulisnya....Yah anak mama ini rupanya ingin jadi penulis.... Begitu pun yang terjadi beberapa malam yang lalu. Ketika mama lagi asyik memeriksa tulisan Mbak Mayra, Dek Labibah berteriak memanggil mama dengan seruan " Ma, lihat aku juga bisa nulis nih..." Mama hampiri Dek Labibah dan memang benar ada 2 baris coretan di buku yang dipegangnya.

Baris pertama hampir menyerupai garis-garis tegak....ketika mama tanya apa artinya? Dek Labibah bilang itu bacaannya Aku Chayangk Mama....Trus di bawahnya ada sebaris tulisan yang lebih mirip bentuk per pegas yang di tarik, melengkung-lengkung...Dek Labibah bilang itu bacaannya Aku chayang Papa......Wah ternyata Dek Labibah sudah bisa membedakan bahwa tulisan untuk kata mama dan papa harus beda bentuknya. Terus belajar ya Labibah Sayang.....Jangan pernah putus asa.....

Sabtu, Februari 14, 2009

Field Trip ke Tukang Sol

Kemarin MayFila jalan-jalan sore, bersama Ayu, bude Sih dan mama Ida. Tujuannya nggak jauh hanya jalan kaki 200 meter udah nyampe di lokasi. Sengaja nih, Mama ajak MayFiLa ke Tukang sol sepatu dekat masjid depan gang. Tukang Sol ini hanya mangkal di pinggir parit dengan fasilitas hanya sebuah gerobak warna biru yang di tulisi TUKANG SOL. Selain memang MayFiLa belum pernah tau, sepertinya bisa juga sebagai sarana belajar....

Akhirnya jadi deh Tukang Sol sebagai sarana Field Trip MayFiLa kali ini. MayFiLa senang banget bisa tau macam-macam tentang peralatan sol sepatu, seperti benang, palu, besi tempat meletakkan sepatu yang akan di jahit, dll. Apalagi ketika Bapak pemiliknya memperbolehkan untuk memegang dan melihat setiap alat dari dekat....

Lihat wajah MayFiLa senaaaang banget...hihihi...Trus saat Bapak Tukang Sol menjahit sepatu, MayFiLa dengan serius memperhatikan gerakan tangan si Bapak....apalagi si Bapak Tukang Sol juga mau cerita dan menjawab macam-macam pertanyaan MayFiLa seputar pekerjaannya sebagai Tukang Sol. Alhamdulillah, MayFiLa bisa belajar langsung dari profesi sederhana yang ada di sekitar lingkungan rumah.

Jumat, Februari 13, 2009

Jum'at Berbagi : Banyak Senyum hari ini

Alhamdulillah Jum'at pagi ini walau MayFiLa berangkat dari rumah agak kesiangan tapi tetap berjalan lancar dan tetap ada hikmah yang bisa dipetik. Biasanya klo Jum'at berbagi, MayFiLa sudah berangkat dari rumah antara jam 6 sampai jam 7 pagi. Tapi hari ini jam 8 baru keluar dari gerbang rumah. Selain bersiap diri, ganti baju dan mimik susu dulu, MayFiLa juga sempat nonton kartun The Land Before Time kesayangan mereka...jadi ya mamanya harus sabar donk nunggu sampai MayFiLa benaran ingin berangkat dan nggak kepikiran ninggalain kartun kesayangannya.

Alhasil, karena udah jam 8 berarti kami harus nyari pangkalan becak lain yang rame bapak-bapak becaknya. Alhamdulillah...hari ini kami bisa berbagi dengan bapak-bapak becak yang mangkal di depan Gang 5 dan depan Indomaret Manyar Kartika.

Jaraknya lumayan jauh memang dari rumah, sekitar 300 - 400 meter...walau panas matahari sudah mulai membakar kulit, MayFiLa tetap semangat dan tersenyum dengan bapak-bapak becak yang baru di kenalnya. Setelah itu MayFiLa mampir ke Indomaret, membeli paket sembako. Dan kali ini MayFiLa memilih berkunjung ke rumah Mbah Jamah dan Mbah Mis yang dekat dengan kediaman kami. Oh ya Mbah Jamah ini dulunya seorang penjual Tahu campur dan Rujak Cingur makanan khas Jatim yang terkenal. Tapi sekarang udah nggak jualan lagi karena Mbah Jamah sering sakit-sakitan. MayFiLa serius banget dengar Mbah Jamah cerita tentang penyakit yang dideritanya.

Sedangkan suaminya, Mbah Mis sekarang bekerja sebagai pencari bunga kamboja di kuburan. Biasanya bunga kamboja tersebut dijemur dulu sampai kering, lalu dijual ke pengumpul bunga. Alhamdulillah kedatangan MayFiLa disambut gembira oleh Mbah Jamah dan Mbah Mis....setelah menyerahkan paket sembako, mendengarkan Mbah Jamah bercerita tentang penyakitnya, MayFiLa juga sempat berfoto bersama Mbah Jamah dan Mbah Mis. Alhamdulillah begitu banyak senyum yang MayFila dapatkan hari ini.

Rabu, Februari 11, 2009

Belajar dengan Kepik

Kemarin sore Dek Labibah tanpa sengaja menemukan seekor kepik di dekat pintu kamar. Wah senang banget si Dedek, dengan berani memegang serta membawa kepik dan diletakkan di atas tempat tidur. Nggak hanya itu, dia juga panggil Mbak Mayra dan Mbak Fitri sambil berseru....

"Lihat aku bisa menyelamatkan semut gede"....( belum tau dia klo itu bukan semut....hihihi). Penasaran dengan suara teriakannya, mama juga ikut menghampiri....Oalah...itu kepik nak....Mulai deh MayFiLa bertanya macam-macam tentang kepik...mulai dari bagian tubuh kepik yang terdiri atas badan, kaki, antena sampai nanya kok kepik nggak ada lehernya? kok kepik diam aza klo kita kepung pake jari-jari tangan??

Akhirnya lewat kepik, MayFiLa belajar deh tentang anatomi kepik ( tapi masih sangat umum aza...abis mama juga hanya ingat dikit dari semua yang pernah mama pelajari dulu di matakuliah Hama Tanaman ...). Termasuk fungsi antena pada kepala kepik. Fitri yang lagi semangat belajar berhitung...berkali-kali menghitung jumlah kaki kepik dalam bahasa inggris....Klo Mayra menghitung jumlah kaki dan antena dengan bahasa Belanda....Wah benar-benar belajar dadakan nih...

melalui kepik MayFiLa bisa belajar banyak hari ini mulai sains, math, English dan Dutch.....