Sabtu, Oktober 05, 2019

Ikatan Batin Papa dan Labibah




"Ma ... Papa menggigil, badan meriang, dan pusing."

Pesan WA di jam kerja seperti ini langka saya terima. Pikiran langsung tertuju kepada Si Bungsu yang sedang berada di kaki gunung. Dia tak dibekali handphone dan tak bisa sembarang komunikasi dengan orang tua selain pada jadwal dan jatah waktu yang sudah ditentukan.

Belajar dari beberapa pengalaman, biasanya jika Si Bungsu sakit, Papanya juga ikut merasakan. Inilah yang membuat Mama Ida semakin gencar berdoa agar Si Bungsu selalu dalam lindungan-Nya.

Pada hari Rabu tersebut, Papa Dedy Wicaksono pulang lebih awal dari biasa, menjelang maghrib sudah di rumah. Padahal biasanya jam 9 atau 10 malam baru pulang. Mama rawat Papa sepenuh hati hingga keesokan hari tetap bisa ke kampus. Alhamdulillah.

Tiga hari berlalu ... Weekend telah tiba. Di awal pagi, kami menuju kaki gunung Salak menemui bidadari kecil kami. Ah benar saja. Sinyal ikatan batin antara Papa dan Si Bungsu terbukti lagi walaupun tanpa komunikasi teknologi canggih. Cukup lewat "kode sakit" yang dirasakan keduanya.

Kami bertemu ... Si Bungsu sedang dalam kondisi sakit, badannya panas dan wajahnya lesu. Pelukan hangat dan kecupan sayang kami berikan dengan segenap jiwa. Air mata mengalir membasahi pipi putri kecil kami. Dia mengatakan sudah sakit sejak Rabu lalu. Wah persis saat Mama Ida terima WA dari Papa Dedy.

Kami bawa ke klinik. Alhamdulillah beruntung dokternya enak diajak diskusi. Beberapa pertanyaan terjawab dengan tuntas untuk penyebab dan cara perawatan Si Bungsu agar segera pulih. Dokter memberikan beberapa jenis obat yang harus diminum sebelum dan setelah makan.Menurut dokter, sakit Si Bungsu akibat sering perut kosong dan badannya sering panas karena kurang minum air. Dokter meminta untuk menghindari makanan pedas, asam, dan yang digoreng.

Pulang dari dokter, kami ajak Si Bungsu mampir untuk "perbaikan" gizi dan membeli segala perlengkapan yang diperlukannya serta banyak makanan yang disukainya. Sepanjang bersama, mengalir cerita kesehariannya. Papa dan Mama selalu menanggapi dengan santai dan berusaha menghibur kegundahannya. Tawa lepas dan senyum bahagia tak pernah putus menghiasi bibir mungilnya.

Si Bungsu ingin izin pulang ke rumah untuk beberapa hari. Papa Dedy memberi semangat agar tetap karena menurut dokter sakitnya tidak serius asal mau mengikuti pola makan dan minum yang dianjurkan dokter. Sebagai orang tua yang mencintainya, tentu kami berat melepaskannya berjuang menuntut ilmu dlaam kondisi yang sakit. Tapi kami yakin, Si Bungsu akan kuat dan selalu dalam lindungan-Nya.

Selanjutnya kami mengantar Si Bungsu kembali untuk berjuang di kaki gunung. Selamat belajar dengan penuh semangat bidadari kecil kesayangan kami .... Sehat selalu yaa sayangku...

Senin, Juli 22, 2019

Humayra Qurrata Aini Resmi Jadi Mahasiswa


Alhamdulillah proses daftar ulang begitu cepat dan lancar. Sekitar jam 10 pagi ke bank untuk bayar UKT dan beres sudah semua urutan daftar ulang. Kini Humayra resmi jadi mahasiswa baru (maba). Untuk pertama kali, Mama Ida akan abadikan tulisan Humayra di blog ini. Tulisan ini Humayra posting di facebook miliknya. Semoga menjadi motivasi dan bermanfaat untuk yang baca ya. Yuk simak tulisannya berikut ini!



Allah SWT YANG MENENTUKAN
(oleh: Humayra Qurrata Aini)
Memang benar, manusia hanya mampu berencana, dan Allah SWT lah yang menentukan hidup semua hambaNya.
.
Tak pernah terbesit sekalipun di fikiran akan melanjutkan pendidikan di kampus yang subhanallah ini. Maka pada saat inilah Allah menunjukkan kuasaNya.
.
Mulai dari galau saat menentukan pilihan PTN dan akhirnya setelah sholat istikharah, mantaplah 2 PTN yang akan menjadi pilihan yaitu UNAIR dan UINSA.
.
Mengapa pada saat 'last minute' baru memilih UINSA? Inilah yang dinamakan takdir. Ya, Allah SWT ternyata sudah menentukan semua sejak awal.
.
Ternyata di UINSA lah pilihan yang TERBAIK , ALLAH SWT telah tentukan, disini aku tidak perlu takut akan kehilangan ilmu bahasa Arab, bahasa Inggris dan kitab kuning. Karena disini semua itu tetap didalami disamping perkuliahan umum.
Alhamdulillah..
.
Rasa minder? Takut? Putus asa?
Semua pasti pernah saya rasakan, ya namanya juga manusia. Pasti selalu memiliki rasa ragu dan was-was.
.
Kok yakin ambil PTN, padahal dari pesantren biasa?
Jawabannya Allah Maha Kuasa, yang dari SMA biasa aja bisa, apalagi kita yang di pesantren, ibadahnya hampir 24 jam full dan selalu mengingat Allah SWT dan jangan lupa YAKIN hanya kepadaNya bahwa dengan kuasaNya kamu pasti BISA.


Usaha yang dilakukan apa aja sih? Bimbelnya dimana?
NO BIMBEL AT ALL. Iya, mungkin banyak yang heran.
.
Kok bisa? Kan di pesantren, gimana cara bagi waktunya?
من جد وجد،
Itu prinsipnya, "barangsiapa bersungguh-sungguh maka dapatlah ia". Dan itu hal pertama yang diajarkan di pesantren. Asalkan kamu MAU BERUSAHA dan BERDOA pasti SEMUA YANG KAMU INGINKAN AKAN TERCAPAI.
.
Yah, enaklah kan papanya dosen, pasti anaknya pinter.
Hello! Anak tukang bubur juga bisa sukses. KESUKSESAN ITU BUKAN DATANG DARI PROFESI ORANG TUA TAPI BAGAIMANA CARANYA KALIAN BERUSAHA DAN STOP MERATAPI NASIB but START DOING.
.
Dan akhirnya disinilah kakiku akan melangkah, menjadikan setiap langkah kecil itu BESAR dan BERMANFAAT. Aamiin.
Mohon doanya agar semua lancar. Aamiin.
.
Success for ALL HUMAN WHO BELIEVES IN THE POWER OF DOA
.
Special Thanks to the people who had sent me all this way ;
Papa Dedy Wicaksono
Mama Ida Fauziah
Sisters Nurfitri Fauziawati R, Labibah Nurul Awliya
School Pesantren Nurul Haramain NW
Ustadz Pesantren Nurul Haramain
Ustadz Yudi Hermawan
Ustadz Rasimun Rohimul Arbab
Ustadz Qurban El Mubaarak Asep
UstadZ Edy
UstadZ Masyhur Hamnur
Bunda Heniawati Wahyu
Umuy Umuy Cinta
Ustazah Heni Kurniawati
Ustadzah Mira Uswatun Hasanah
Ustadzah Fitry Pardi
And all teachers ..
My bestfriends Leeni AnggraeniLuluil MaknunIda TeaAlisha Aulia RRiska Elpariyani
WITHOUT THEM ALL, I AM NOBODY.. 

Selasa, Juli 09, 2019

Si Sulung Lulus di Universitas Pilihannya



Alhamdulillah. Hari ini, (09 Juli 2019) adalah pengumuman Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN). Si Sulung sudah bersiap-siap membuka halaman web  LTMPT untuk melihat hasil pengumuman.

Mama Ida memintanya untuk makan dulu. Khan kalo perut kenyang akan tenang menerima apapun hasilnya. Hasil yang terburuk adalah kemungkinan tidak diterima di perguruan tinggi negeri.

Setelah membuka website LTMPT .... Taraaa ... Alhamdulillah ada nama Humayra Qurrata Aini dinyatakan lulus di Fakultas Sains dan Teknologi, jurusan Biologi, Universitas Islam Negeri Sunan Ampel, Surabaya. (UINSA)

Allah tahu yang terbaik dan telah memilihkan kampus UINSA sebagai wadah baru bagi Humayra untuk menuntut ilmu. Semoga Allah berikan kekuatan dan kemampuan kepada Humayra untuk menimba ilmu yang bermanfaat bagi sesama. Aamiin.

Senin, Juni 24, 2019

Fitri Lulus Sekolah Negeri di Surabaya



Alhamdulillah. Tidak ada yang bisa mewakili rasa syukur kami sekeluarga selain tetap berterima kasih kepada Allah SWT yang telah mengabulkan doa kami. Sekitar 2 minggu setelah lebaran, Mama Ida sibuk mengurus pendaftaran Fitri untuk sekolah menengah atas.

Tanggal 24 Juni 2019, adalah jadwal pengumuman nama siswa yang diterima. Alhamdulillah Si Tengah, Fitri, namanya tercantum sebagai siswa yang lulus di MAN Surabaya untuk tahun ajaran 2019/2020. Hasil seleksi IQ dan minat, Fitri diterima di kelas IPA. Alhamdulillah.

Semoga Allah berikan kekuatan dan kemampuan kepada Fitri untuk menimba ilmu yang bermanfaat bagi sesama. Aamiin.

Rabu, Juni 12, 2019

Mayra Meet Roha



Setelah berpisah sekian tahun, sekitar hampir 10 tahun, Mayra dan Roha bisa saling bertatap muka.


Alhamdulillah bisa bertemu lagi. Humayra dan Roha sekitar 10 tahun lalu pernah belajar di klub homeschooling yang sama. Kini keduanya akan masuk universitas. Semoga diberikan kekuatan dan kemampuan untuk menimba ilmu yang bermanfaat bagi sesama. Aamiin 🙏😍😍

Rabu, Juni 05, 2019

Lebaran 2019 di Surabaya



Syukur Alhamdulillah lebaran 2019 ini kami bisa mudik ke Surabaya. Ada yang berbeda, biasanya kami naik pesawat. Tapi kali ini kami memutuskan untuk naik mobil pribadi lewat jalan darat. Hitung-hitung sebagai ujicoba nih menyusuri jalan tol TRANS JAWA yang sudah tersambung dari Jakarta hingga Surabaya sekitar 750 KM.

Alhamdulillah perjalanan relatif lancar dan hanya sekitar 13 jam lamanya dari rumah kami di Tangerang Selatan menuju kota Surabaya. Itupun sudah termasuk istirahat, mampir sahur, dan sekitar 3 kali mampir tidur di rest area.

Hari lebaran kali ini kami lebih memilih nuansa pink sebagai baju lebaran. Bukan baju barunya yang penting, tapi hal yang utama adalah cerminan dan doa kami semoga tahun ini Allah selalu limpahkan keceriaan dan kebahagiaan untuk kami sekeluarga. Aamiin.

Selamat Idul Fitri 1 Syawal 1440 H.
Semoga Allah menerima amal ibadah kita di bulan Ramadhan. Semoga kita menjadi insan yang lebih baik lagi di masa yang akan datang. Aamiin.

MOHON MAAF LAHIR BATIN YA


Sabtu, April 20, 2019

Mayra Ikut UTBK di ITB



Alhamdulillah. Waktu berlalu begitu cepat. Si Sulung, Mayra, sudah kelas 3 SMA dan sebentar lagi akan masuk universitas. Tahun ini, berlaku sitsem baru di Indonesia. Setiap siswa kelas 3 SMA bisa mengikuti Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) untuk mendapatkan score atau nilai yang bisa disesuaikan untuk mendaftar perguruan tinggi dan jurusan yang sesuai dengan nilai UTBK yang dimiliki.

Kalau ditanya, kami pun sebenarnya bingung dengan sistem baru ini. Tapi sebagai orang tua, kami harus mau mencari informasi sebanyak-banyaknya agar putri sulung kami bisa tenang menjalani proses unian penerimaan siswa baru. jadi kami berusaha tidak memberi tekanan dan beban bagi Mayra. Biarlah semua mengalir sesuai dengan takdir terbaik dari Allah untuk Mayra. Kami hanya memberi semangat dan mendorong Mayra untuk tetap melakukan ikhtiar yang terbaik.



Mayra masih sibuk kegiatan ujian di pesantren. Papa Dedy ambil cuti 3 hari khusus untuk mengantar Mayra ikut UTBK. Awalnya Papa Dedy dan Mama Ida jemput Mayra dari lokasi Pondok Pesantren di kaki Gunung Salak, Kab. Bogor untuk diantar ke Bandung, karena mayra dapat lokasi UTBK di kampus ITB.



Bukan kebetulan, ruangan tempat Mayra mengikuti UTBK terhubungkan dengan kampus tempat dulu Papa Dedy menuntut ilmu, jurusan Teknik Fisika, ITB. Nah jadi sekalian nostalgia nih.



Semoga Allah karuniakan kelancaran dan kemudahan bagi Mayra untuk meraih cita-citanya, bermanfaat untuk sesama ... aamiin. 

Rabu, April 17, 2019

Ikut Pemilu 2019







Alhamdulillah. Sudah ditunaikan kewajiban sebagai warga negara yang baik untuk berpartisipasi dalam pemilu 2019.



Mumpung libur, Alhamdulillah selesai nyoblos, Mama Ida dan Papa Dedy menuju kaki gunung untuk melepas rindu dengan 3 bidadari 😘 😘
#MayFiLa


Rabu, Maret 20, 2019

Ikut Papa Dedy ke Johor Bahru

Alhamdulillah... Sekitar 4 hari Mama Ida menemani Papa#MayFiLa menunaikan tugas di Johor Bahru. Semoga penuh berkah... Aamiin 🙏 — di Senai International Airport.



Sabtu, Februari 23, 2019

Labibah Juara 3 Storytelling Tingkat Nasional






Putri kecil kami ini sejak kecil memang doyan bicara dan punya rasa percaya diri yang jempol banget. Bahkan 2 kakaknya pun sering 'repot' dengan adiknya yang suka cerita dari A sampai Z ... puanjaaaang banget hehehe 
Alhamdulillah... hobi bicaranya menghasilkan buah yang manis. Si bungsu, Labibah Nurul Awliya memberanikan diri ikut Lomba Story telling tingkat nasional di event ALPHASEISMIC diselenggarakan oleh Al Kautsar Bording School, berlokasi di Kab. Bogor, Jawa Barat. 

Lihatlah ekspresi bahagia si bungsu dengan tropi juara 3 yang diraihnya. Terima kasih untuk semua yang sudah memberikan dukungan dan kiriman doa 🙏😘